Halaman

Kamis, 08 Mei 2008

Sebelas Muslim Paling Berpengaruh


Kiprah Muslim kian mendapatkan pengakuan dunia. Paling tidak ini bisa dibuktikan dengan munculnya sebelas Muslim dalam Daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time pada 1 Mei 2008. Nama Anwar Ibrahim, mantan deputi perdana menteri Malaysia dan kini menjadi pemimpin oposisi berada di peringkat pertama di antara sebelas Muslim yang tertera dalam daftar. Pada daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia, Anwar bertengger di peringkat sembilan. ''Anwar kembali ke dalam pusat politik Malaysia. Orang bisa berharap keberaniannya akan terus bertahan hingga memainkan peran penting di panggung dunia,'' kata Paul Wolwofitz mantan Deputi Menhan AS.
Pemimpin Syiah di Irak, Muqtada al-Sadr, juga masuk dalam daftar tersebut dalam kategori pemimpin. Ia menempati posisi ke-13. ''Sadr muncul di tengah massa Syiah dan mengendalikan stabilitas di Irak selatan,'' kata Letnan Jenderal Sanchez, mantan komandan pasukan AS di Irak. Tak hanya itu, Baitullah Mehsud juga masuk ke dalam jajaran orang yang berpengaruh pada kategori pemimpin berpengaruh. Ia adalah pemimpin kelompok perlawanan di Pakistan. Ia menjadi orang nomor satu yang diburu pemerintah Pakistan.
Peter Bergen, penulis buku The Osama bin Ladin I Know, mengatakan pada wawancara pertama di televisi Aljazeera tahun lalu, Mehsud menyatakan tujuan utamanya adalah menyerang New York City dan London. ''Ini lebih dari sekadar retorika,'' katanya.
Madeeha Hasan Odhaib yang kini berusia 37 tahun, menjadi satu-satunya Muslimah dalam daftar 100 orang paling berpengaruh. Ia masuk ke dalam kategori pionir atau mereka yang menjadi pelopor di tengah masyarakatnya.Madeeha dinyatakan sebagai wanita Irak yang memberikan kontribusi penting bagi warga Irak yang kehilangan tempat tinggalnya akibat penjajahan tentara AS. Ia telah mencurahkan segenap energinya memberikan hal yang berarti bagi warga Irak yang kehilangan tempat tinggal.Ratu Rania dari Jordan menuliskan komentarnya atas terpilihnya Madeeha dalam daftar tersebut. Ia mengatakan sudah sepantasnya Madeeha masuk ke dalam daftar. Sang Ratu mengatakan wanita seperti Madeeha telah merajut sebuah harapan bagi warga Irak yang tertimpa kemalangan. Lebih lanjut Ratu Rania dalam tulisannya mengatakan terpilihnya Madeeha menjadi sebuah perayaan atas hadirnya seorang wanita Irak pemberani. Ia juga menyatakan sosok Madeeha seakan menjanjikan merekahnya sebuah fajar baru.
Muslim lain yang tertoreh dalam daftar orang yang paling berpengaruh di dunia adalah Mehmet Oz, seorang ahli bedah AS yang juga seorang penulis. Ia yang berlatar belakang Turki kini telah berusia 48 tahun. Dalam satu tahun terakhir ini namanya memang meroket. Media AS menjulukinya sebagai dokter nomor satu di AS.
Dari kalangan pengusaha, muncul nama Mohamed 'Mo' Ibrahim. Seorang warga Muslim Inggris kelahiran Sudan. Ia adalah pengusaha sukses di bidang komunikasi.Ibrahim tak hanya berkiprah dalam bidang usaha semata. Namun ia melalui lembaga yang dibuatnya, Mo Ibrahim Foundation, menaruh perhatian atas terciptanya tata pemerintahan yang baik dan lembaga pemerintahan yang akuntabel di Afrika. Melalui lembaganya ini, Ibrahim membantu negara-negara Afrika menciptakan sebuah tata pemerintahan yang baik. Meningkatkan kualitas tata pemerintahan mereka. Sehingga pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat banyak bagi warganya.
Nama penulis novel The Kite Runner, Khaled Hosseini, juga tercantum. Debut novelnya yang dirilis pada 2003 itu menjadi novel best seller di seluruh dunia. Novel ini juga diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Islam ternama. Hosseini yang berasal dari Afghanistan itu, berada pada urutan ke-66 dari 100 daftar orang-orang yang paling berpengaruh. ''Tak banyak orang yang sukses menulis novel pertamanya. Masih sedikit yang mampu mengubah dunia dengan tulisannya itu,'' kata Laura Bush, ibu negara AS. Khaled Hosseini, kata Laura, telah mampu mewujudkan kedua hal itu. Sukses dengan novel pertamanya dan mampu mengubah dunia dengan tulisannya. Di AS, tulisan Hosseini telah membuat banyak orang melihat lebih dalam terkait stereotip atas Afghanistan pasca-9/11.Tak heran bila pandangan tentang Afghanistan mengalami pergeseran ke arah lebih baik. ''Kami kemudian mulai melihat Afghanistan sebagai sebuah tanah dari laki-laki dan perempuan, di mana setiap mereka memiliki harapan dan cinta,'' kata Laura Bush. Daftar 100 orang berpengaruh yang dirilis Time pada tahun ini telah memasuki kali kelima. Sebanyak 100 orang yang terpilih dalam daftar tersebut diakui sebagai orang-orang yang diakui mengubah dunia baik ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. ( iol/fer/RioL)
klik disini

Selasa, 06 Mei 2008

Ayat Al-Qur'an dalam kromosom manusia

dikutip dari milis ahad-net
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat "Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: "...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..." Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillah ir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq"; "bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

dikutip dari milis ahad-net

Minggu, 04 Mei 2008

Muallaf Inggris


sumber : www.swaramuslim.com.

Awalnya, Sarah Joseph adalah penganut Katolik Roma kuat. Gara-gara shalat, ia memeluk Islam. Kini, ia “berjihad’ membela “Islam” melalui media massa.

Sarah Joseph (36) adalah muallaf asli Inggris yang masuk Islam di usia 16 tahun. Jurnalis produktif ini selepas memeluk Islam rajin memberikan kuliah tentang Islam di Inggris dan mancanegara. Kini, di tengah imej negatif Islam di dunia Barat, dia berjuang membangun citra positif Islam melalui media. Salah satunya dengan menerbitkan majalah Emel, sebuah majalah khas yang mengupas seputar gaya hidup Islam. Emel bisa disebut satu-satunya majalah berwarna Islam yang terbit di dataran Britania Raya. Dalam sebuah wawancara dengan harian The Guardian yang terbit di London, Sarah yang dulunya menganut paham Katolik, memprediksi Islam akan punya peran besar ke depan dalam memecahkan berbagai permasalahan dunia. Dia juga banyak bertutur bagaimana seharusnya seorang Muslim yang bermukim di negara Barat berperilaku.

Berikut penuturan ibu tiga anak yang pernah mendapat OBE Awards tahun 2004 (untuk aktifitasnya dalam membangun dialog antar umat beragama) disadur dari beberapa wawancaranya dengan media Inggris.

Saya hidup selama 16 tahun tanpa Islam. Jadi manusia biasa, menjadi seorang wanita, seorang ibu, dan editor di London. Semua hal itu telah membentuk saya menjadi seorang pribadi yang luwes. Akan tetapi peran saya sebagai seorang ibu terbentuk saat menjadi Muslim,” kata Sarah Joseph. Dikatakannya, seorang Muslim punya hak-hak individu sendiri, ada persyaratan-persyaratan tertentu. Sebagaimana individu lain juga punya hal yang sama tanpa memperhatikan apakah dia Islam atau bukan. Namun dengan menjadi seorang Muslim, seseorang itu akan terbentuk menjadi pribadi yang menghargai hak individu orang lain.

Saya orang Inggris dan berpikir seperti kebanyakan orang Barat lainnya. Saat saya berkunjung ke negara Islam saya jadi paham aspek-aspek orang Islam, namun saya tidak mau turut campur dengan adat kebiasaan setempat,” imbuhnya. Sarah mengatakan menjadi anggota di dua komunitas berbeda (Inggris dan Islam) memang sulit. Namun dia punya kewajiban untuk menjelaskan tentang Islam sebenarnya. “Saya punya perasaan yang maha dahsyat kala berbicara dengan mereka. Berbicara dari hati ke hati satu sama lain. Saya berikan hidup ini hanya untuk menjadi jembatan diantara dua komunitas ini,” katanya.
lengkapnya klik disini.